Nugal
Setahun sekali, masyarakat Desa Long Berini kembali berkumpul di ladang untuk melaksanakan nugal, tradisi menanam bibit padi gunung yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi masyarakat, nugal bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempersiapkan kebutuhan pangan keluarga hingga musim panen berikutnya.
Sejak pagi, suasana kampung terasa lebih hidup. Masyarakat berbondong-bondong menuju ladang dengan membawa benih dan perlengkapan untuk menanam. Ada yang menyiapkan lahan, membuat lubang tanam, menaburkan benih, hingga memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Semangat dan antusiasme terlihat dari kebersamaan mereka dalam bekerja.
Menariknya, nugal dilakukan secara bersama-sama. Pekerjaan yang berat menjadi terasa ringan karena dikerjakan dengan gotong royong. Di sela-sela aktivitas, canda dan percakapan membuat suasana semakin hangat. Generasi tua pun memiliki kesempatan untuk mengajarkan kepada anak-anak dan generasi muda tentang cara bertani serta pentingnya menjaga tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Long Berini.
Bagi masyarakat Long Berini, sebutir benih yang ditanam hari ini adalah sebuah harapan untuk hari esok. Padi yang ditanam di ladang gunung diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga selama satu tahun ke depan. Karena itu, setiap proses dilakukan dengan penuh kesungguhan, mulai dari pemilihan waktu, persiapan lahan, hingga penanaman.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pangan, nugal menjadi simbol kemandirian, kebersamaan, dan ketahanan masyarakat. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat tetap menjaga hubungan erat dengan alam sekaligus mempertahankan warisan leluhur di tengah perubahan zaman.
Ketika benih-benih padi selesai ditanam, pekerjaan belum benar-benar berakhir. Masyarakat masih harus menunggu, merawat, dan menjaga ladang hingga tiba waktunya panen. Namun dari tanah yang baru saja ditanami itu, telah tumbuh sebuah harapan: harapan akan panen yang baik, kecukupan pangan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat Desa Long Berini.