Tiga Bulan Tanpa Cahaya
Pertengahan tahun 2025 menjadi masa yang tidak mudah bagi masyarakat Long Berini. Sebuah longsor besar melanda area Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang selama ini menjadi sumber listrik utama warga. Dalam sekejap, aliran listrik terputus. Mesin pembangkit terhenti. Malam kembali gelap, dan aktivitas sehari-hari pun berubah drastis.
Foto yang diambil saat kejadian memperlihatkan kondisi lereng yang runtuh, tanah dan pepohonan yang terseret, serta warga yang turun langsung ke lokasi. Mereka bekerja bersama, menggunakan alat seadanya, membersihkan material longsoran yang menutup saluran air dan merusak infrastruktur PLTMH. Tidak ada waktu untuk menunggu bantuan besar—yang ada hanya semangat gotong royong.
Longsor ini diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Tanah yang jenuh air menjadi labil dan akhirnya runtuh, menghantam jalur air serta pipa-pipa penting yang mengalirkan energi ke turbin. Dampaknya bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga lumpuhnya sumber listrik yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat.
Selama kurang lebih tiga bulan, warga Long Berini harus menjalani hari tanpa listrik. Aktivitas malam hari menjadi terbatas, anak-anak kesulitan belajar, dan kegiatan ekonomi pun melambat. Namun di balik keterbatasan itu, muncul kekuatan lain: solidaritas.
Warga saling membantu. Mereka bergantian bekerja membersihkan jalur air, memperbaiki pipa, dan memastikan sistem PLTMH bisa kembali berfungsi. Beberapa menggunakan genset secara terbatas, sementara yang lain kembali mengandalkan lampu minyak atau lilin. Meski sederhana, semangat untuk bangkit tidak pernah padam.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur di daerah terpencil sangat rentan terhadap bencana alam. Perlu adanya Penanggulangan yang lebih baik, seperti penguatan lereng, perbaikan sistem drainase, serta pemantauan kondisi tanah secara berkala. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan sistem energi lokal seperti PLTMH dapat bertahan menghadapi tantangan alam.
Kini, setelah melewati masa sulit tersebut, listrik di Long Berini kembali menyala. Namun kenangan akan tiga bulan tanpa cahaya tetap menjadi pelajaran berharga—tentang ketahanan, kerja sama, dan pentingnya menjaga alam agar tetap seimbang.
Long Berini mungkin sempat gelap, tetapi semangat warganya tetap terang.
Baca juga:
Pesta Panen
Pesta Panen